Peran Lingkungan Sekolah  dalam Perkembangan Kognitif  Anak Usia Dini

Authors

  • Bella Ayu Panesyah Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah Indralaya Author
  • Muna Meilani Institut Alma'arif Way kanan Lampung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.65793/ci-jpanik.2025.10

Keywords:

Lingkungan Sekolah, Perkembangan Kognitif, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap perkembangan kognitif anak usia 3 hingga 4 tahun di KB Bunda Menanti Selatan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Perkembangan kognitif berkaitan dengan kemampuan anak dalam memahami, meliputi kemampuan untuk menyelesaikan kesulitan dasar dalam kehidupan sehari-hari, memahami hubungan sebab-akibat, memanfaatkan konsep numerik, serta menganalisis, mengkategorikan, dan mengklasifikasikan persepsi sensorik. Fungsi sekolah dapat berupa proses asimilasi dan adaptasi yang terjadi saat siswa berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Lingkungan pendidikan yang memfasilitasi kegiatan belajar aktif, seperti bermain, bereksperimen, dan bercakap-cakap, meningkatkan pertumbuhan kognitif. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik lapangan di KB Bunda Menanti Selatan. Metodologi yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metodologi Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan perumusan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah, yang mencakup fasilitas fisik, keterlibatan guru, dan interaksi sosial, secara signifikan memfasilitasi perkembangan kognitif anak usia dini. Kesimpulannya, lingkungan pendidikan berkontribusi signifikan terhadap perkembangan anak usia dini, terutama dalam ranah kognitif. Lembaga pendidikan yang menawarkan suasana aman, kondusif, dan menarik secara intelektual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, eksplorasi, dan pemecahan masalah anak.

References

Alfarizi, M., & Loka, N. (2025). Peran Penting Orang Tua dalam Meningkatkan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Bermain Edukatif. Bunayya: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 28-37.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Pedoman pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

estari, S. (2020). Pengaruh lingkungan belajar terhadap perkembangan kognitif anak di TK. Jurnal Golden Age, 4(2), 101–110. https://doi.org/10.1234/jga.v4i2.5678

Novi Mulyani, Perkembangan Dasar Anak Usia Dini, (Jogyakarta: Gava Media, 2018), hlm. 44

Nugroho, A. (2015). Stimulasi Kognitif Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Inovatif di Sekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 45-60.

Hurlock, E. B. (2000). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (ed. ke-5, terj.). Jakarta: Erlangga.

Isjoni. (2012). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik dalam pendekatan pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Loka, N., & Sari, N. (2024). Internalization of Early Childhood Responsibility Character Values Through Physical Education. AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 77-87.

Lillard, A. S. (2017). Montessori: The Science Behind the Genius (3rd ed.). New York: Oxford University Press.

Jurumiah, A. H., & Saruji, H. (2020). Sekolah sebagai intstrumen konstruksi sosial di masyarakat (School as a social construction instrument in the community). ISTIQRA’: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 7(2), 1–9. Retrieved from http://jurnal.umpar.ac.id/index.php/istiqra/article/view/492.

Obsevasi dan dokumentasi di KB Bunda Menanti selatan 23 Mei 2025

Hasanah, N. (2022). Lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir anak usia dini. Jurnal Edukasi Anak Usia Dini, 9(2), 120–128.

Piaget, J. (1970). Psychology and Pedagogy. New York: Viking.

Buku ini digunakan untuk menjelaskan landasan teori perkembangan kognitif anak sesuai dengan pendekatan konstruktivisme.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. New York: International Universities Press.

Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. International Universities Press.

Pebriana, P. H. (2017). Analisis penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak usia

Ritonga, R. A., & Sutapa, P. (2020). Literasi dan gender: Kesenjangan yang terjadi di tingkat pendidikan anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 965–974. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.749.

Salsabilah, R. A., & Loka, N. (2024). Peran Kurikukum Paud Dalam Mengembangkan Potensi Anak Sejak Dini. JURNAL TILA (Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal), 4(2), 550-558.

Santrock, J. W. (2008). Life-Span Development (12th ed.). Boston: McGraw-Hill.

Suyadi. (2015). Psikologi Perkembangan Anak. Yogyakarta: Arruz Media.

Slavin, R. E. (2004). Educational Psychology: Theory and Practice. Boston: Pearson Education.

Sisdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 6. Retrieved from http://stpi binainsanmulia.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/Lamp_2_UU20-2003-Sisdiknas.doc.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

uliana, E. (2017). Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan untuk PAUD. Jakarta: Rajawali Pers.

ujiono, S. (2013). Pendidikan Anak Usia Dini: Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press

Wawancara dengan ibu Bela pada tanggal 25 mei 2025

Zuchdi, D. (2010). Humanisasi pendidikan: Menumbuhkan dimensi insani proses pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Insan Madani.

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Bella Ayu Panesyah, & Muna Meilani. (2025). Peran Lingkungan Sekolah  dalam Perkembangan Kognitif  Anak Usia Dini. Ceria Islami: Jurnal Pendidikan Anak Dan Nilai Keislaman, 1(1), 31-37. https://doi.org/10.65793/ci-jpanik.2025.10