Strategi Komunikasi Guru Al-Islam Kemuhammadiyahan dalam Membina Akhlak Siswa di SMK Muhammadiyah Pangkalan  Balai Kelas X Teknik Komputer Jaringan

Authors

  • Choky Parian Universitas Muhammadiyah Palembang, Indonesia Author
  • Ahmad Jumhan Universitas Muhammadiyah Palembang, Indonesia Author
  • Idmar Wijaya Universitas Muhammadiyah Palembang, Indonesia Author

Keywords:

Strategi Komunikasi, Guru Al-Islam Kemuhammadiyahan, Akhlak, Pembinaan Siswa.

Abstract

During the caliphate period, communication facilities such as postal networks, letters, and messengers were developed to facilitate communication between the government and the public. In addition, mosques also served as communication facilities themselves, as they were places where people gathered to worship, learn, and share information. The objectives of this study are to analyze the factors underlying the communication strategies employed by Al-Islam and Kemuhammadiyahan teachers in nurturing and influencing the moral character of students at SMK Muhammadiyah Pangkalan Balai; and to analyze how Al-Islam and Kemuhammadiyahan teachers use communication strategies to nurture and influence the moral character of students at SMK Muhammadiyah Pangkalan Balai. This research is a qualitative case study, and data collection was conducted through interviews, observations, and documentation. Students in the 10th grade Computer Network Engineering class at SMK Muhammadiyah Pangkalan Balai and Al-Islam Kemuhammadiyahan teachers were the subjects of this research. The research findings indicate that: (1) the teachers' communication strategies emerged due to the need to create an open and adaptive learning environment suited to the diverse characteristics of students, as well as the importance of communication in effectively conveying Islamic moral values; (2) the communication strategies implemented include interpersonal communication, open discussions, persuasive approaches, the use of visual media, and the teachers' exemplary behavior reflecting Muhammadiyah values; (3) the challenges faced by teachers include the negative influence of social media, students' lack of understanding of the meaning of guidance, and students' psychological and emotional barriers. Teachers address these challenges by building empathetic communication, personal approaches, and continuous guidance.

References

Affrida, E. N. (2017). Strategi ibu dengan peran ganda dalam membentuk kemandirian anak usia prasekolah. Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini), 1(2), 114–121. https://doi.org/10.31004/tanwiruna.v1i2.24

Afif Alya Nur Latifah. (2025). Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan Kabupaten Magelang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Magelang.

Adil Winata Surya Pratama, et al. (2024). Peran guru sebagai figur otoritas moral dalam pembinaan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 45–58.

Ahmad Nashir, et al. (2022). Peran guru ISMUBA dalam pembinaan akhlak pada elemen Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Muhammadiyah, 7(2), 112–125.

Bengkari, & Marjuki. (2016). Strategi guru Al-Islam dalam meningkatkan akhlak siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 89–101.

Djamarah, S. B. (2004). Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dedi Susanto, et al. (2023). Triangulasi dalam penelitian kualitatif: Konsep, teknik, dan implementasi. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 5(1), 33–47.

Islamiah, F., Fridani, L., & Supena, A. (2019). Konsep pendidikan hafidz Qur’an pada anak usia dini. Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini), 3(1), 30–38. https://doi.org/10.31004/tanwiruna.v3i1.132

Julian. (2020). Metodologi penelitian kualitatif dalam pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Masfi Sya’fiatul Ummah. (2019). Transformasi nilai dalam pendidikan agama Islam di sekolah menengah. Jurnal Studi Islam, 10(1), 67–80.

Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Morissan. (2022). Teori komunikasi individu hingga massa. Jakarta: Kencana.

Mustafa, M. S. (2016). Pelaksanaan metode pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Madrasah Tahfidz Al-Qur’an Al-Imam ’Ashim Tidung Mariolo, Makassar. Al-Qalam, 18(2), 245–258. https://doi.org/10.31969/alq.v18i2.73

Rusadi, B. E. (2018). Implementasi pembelajaran tahfiz Al-Qur’an mahasantri Pondok Pesantren Nurul Qur’an Tangerang Selatan. Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 10(1), 162–173. https://doi.org/10.30596/intiqad.v10i1.1920

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tatsuya Fukuda, et al. (2012). Ensuring credibility and trustworthiness in qualitative research. Asian Journal of Social Research, 4(3), 55–68.

Titik Ningsih. (2015). Pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan nasional. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2), 123–135.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Strategi Komunikasi Guru Al-Islam Kemuhammadiyahan dalam Membina Akhlak Siswa di SMK Muhammadiyah Pangkalan  Balai Kelas X Teknik Komputer Jaringan (Choky Parian, Ahmad Jumhan, & Idmar Wijaya, Trans.). (2025). Edupro: Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Kepada Masyarakat , 1(1), 18-26. https://ejournal.jalancendikia.org/index.php/Edupro/article/view/14