Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.65793/j.tanwiruna.2026.4Kata Kunci:
Peran guru, keterampilan sosial emosional, anak usia dini.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak di SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang. Keterampilan sosial emosional merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter anak yang mencakup kemampuan mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan (field research) yang dilakukan di SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua guru kelas, kepala sekolah, serta tujuh belas siswa kelas 2A SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional siswa melalui pembiasaan perilaku positif berbasis nilai Islam, strategi pembelajaran kolaboratif, dan keteladanan dalam bersikap. Berdasarkan hasil pengamatan, sebanyak 64,7% siswa telah berkembang sesuai harapan dalam kesadaran diri, 82,3% dalam pengendalian diri, 82,3% dalam kesadaran sosial, 82,3% dalam keterampilan berelasi, dan 94% dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Secara keseluruhan, keterampilan sosial emosional siswa berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pembelajaran sosial emosional diintegrasikan dengan kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha, tahfiz Al-Qur’an, dan pembiasaan sopan santun yang selaras dengan tahap perkembangan psikososial Erik H. Erikson (industry versus inferiority). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional berbasis nilai Islam dapat memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual siswa sekolah dasar.
Referensi
Al-Abrasyi, M. A. (2021). Prinsip-prinsip dasar pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Al-Ghazali. (2022). Ihya’ Ulum al-Din (Terj.). Jakarta: Pustaka Amani.
CASEL. (2020). Core SEL competencies framework. Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning.
Crain, W. (2020). Theories of development: Concepts and applications (7th ed.). New York: Routledge.
Daryanto, & Karim. (2023). Pendidikan yang baik harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual: Peserta didik belajar melalui tindakan langsung yang sarat nilai sosial, etika, dan moral. Jurnal Inovasi Pendidikan Karakter, 4(1), 12–25.
Devita, S. (2023). Marak kekerasan di sekolah, P2G: Aturan menteri lemah implementasi. Detik.com. https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6954756/marak-kekerasan-di-sekolah-p2g-aturan-menteri-lemah-implementasi (diakses pada 19 September 2025, pukul 02.08 WIB).
Fauziah, R. (2021). The role of extracurricular activities in developing students’ social-emotional competence. Jurnal Pendidikan Karakter Islami, 9(2), 123–137.
Hasanah, S. (2022). Integrating emotional and spiritual intelligence in Islamic education. Journal of Islamic Education Studies, 5(3), 201–215.
Hasanah, S., & Yusuf, M. (2022). Kolaborasi guru dan orang tua dalam pembinaan sosial emosional anak di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 8(3), 201–218.
Hidayat, M., & Wahyuni, N. (2022). Implementasi pendidikan karakter berbasis nilai Islam di sekolah dasar Islam terpadu. Jurnal Tarbiyah dan Pendidikan Islam, 14(1), 77–91.
Kencana, R. (2024). Penerapan teori Erikson dalam pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 115–127.
Loka, N. (2023). Peran kurikulum PAUD dalam mengembangkan potensi anak sejak dini. Prosiding Seminar Nasional, 550–557.
Loka, N., & Putro, K. Z. (2022). Peran guru dalam meningkatkan kemampuan sosial anak berkebutuhan khusus melalui program inklusi. Jurnal Golden Age, 6(1), 151–159.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nafisah, N. (2023). Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah dasar. Jurnal Tarbiyah dan Kajian Islam, 14(2), 145–160.
Rahman, A. (2021). Pendidikan karakter Islam terpadu di sekolah dasar: Konsep dan implementasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 12(3), 201–214.
Rahmawati, D. (2023). Peran guru dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 33–47.
Safitri, S. D. (2023). Strategi penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai-nilai Islam: Peran guru sebagai teladan dalam pembelajaran kontekstual. AFKARINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 45–60.
Santrock, J. W. (2021). Child development (15th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhartono, M. (2022). Pendidikan humanistik dalam perspektif Islam. Jurnal Filsafat Pendidikan, 17(2), 56–70.
Wahyuni, E., & Rahman, M. (2023). Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah dasar Islam terpadu. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan, 15(2), 122–135.
Waode, N. (2023). Kekerasan yang terus berulang di sekolah. Kompas.com. https://www.kompas.com/edu/read/2023/08/10/084818471/kekerasan-yang-terus-berulang-di-sekolah (diakses pada 19 September 2025, pukul 02.04 WIB).
Yuliani, T. (2023). Model pembelajaran berbasis sosial emosional di sekolah dasar Islam. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(4), 44–59.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Meilani, Nadia Rizqiah, Bella Ayu Panesyah, Novita Loka (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


